SERIUS KEMBANGKAN DESA BINAAN, BALESARI JADI OBJEK PENELITIAN DAN PENGABDIAN DOSEN UNTIDAR

MAGELANG – Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang menjadi objek sebagian besar Penelitian dan Pengabdian Dosen Universitas Tidar tahun anggaran 2016. “Tidak ada anjuran langsung namun, semua pihak ikut membantu mewujudkan desa binaan menjadi desa wisata dikemudian harinya,” tutur Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D.

Beberapa judul proposal tersebut diantaranya adalah Pemetaan Potensi Destinasi Wisata oleh Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., Analisis Kecepatan Alat Pemipil Jagung Motor Listrik terhadap Produksi Jagung Pipilan oleh Xander Salahuddin, S.T., M.T., Deskripsi Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Permasalahan yang dihadapi oleh Drs. Whinarko Juli Priyanto, M.Si. dll.

“Pelaksanaan penelitian dan pengabdian ini diberikan waktu sampai Oktober 2016, sehingga bulan berikutnya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan laporan dan analisis data,” tambah Usman.

Bimbingan Teknis Penelitian dan Pengabdian Dosen Tahun 2016 dilaksanakan Selasa (10/05/2016) di ruang Multimedia. Acara ini dihadiri para dosen yang proposalnya lolos penyeleksian terdiri dari 45 proposal penelitian dan 36 proposal pengabdian.

Program yang dikelola LPPMP ini merupakan salah satu pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu dosen wajib melakukan penelitian. Selain mendapat penjelasan teknis, para dosen juga menerima pengarahan Bakti Surono, S.Pd., M.T., narasumber bidang pengelolaan keuangan. “Banyak dosen yang akhirnya tidak memaksimalkan penelitiannya karena terlalu fokus pada laporan pertanggungjawaban keuangannya,” tuturnya.

PENTAS SENI DIES NATALIS KE-2 : MULAI DARI MAHASISWA HINGGA DOSEN UNJUK KEBOLEHAN

MAGELANG – Sekelompok penari Dayakan membuka acara Pentas Seni Universitas Tidar, Rabu (11/05/2016). Anggota Bengkel Seni membawakan tari khas Magelang ini dengan kompak pada acara terakhir dari seluruh rangkaian Dies Natalis ke-2 UNTIDAR. “Ada 13 penari dan 8 pemusik dalam penampilan Dayakan kali ini“ kata Nurul Huda, Ketua Bengkel Seni.

Menurut “gudhel” panggilan akrabnya, walaupun sempat menemui beberapa kendala pada proses persiapan seperti keterbatasan waktu dan tempat latihan namun Bengkel Seni berusaha tampil maksimal pada malam pentas seni ini.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. berkesempatan memberikan sambutan sekilas tentang serangkaian acara Dies Natalis Ke-2. “Dibuka dengan pelepasan balon hadiah pada saat jalan santai pada Maret lalu, tidak terasa sekarang sudah tiba pada acara penutupan yaitu pentas seni,” katanya.

Masing-masing fakultas menunjukkan kebolehannya dalam berbagai penampilan yaitu Musikalisasi Puisi 3 Bahasa (FKIP), Musik Perkusi (FE), Jaipong Mix Drama (FAPERTA), Full Boy Dance (FT) dan Drama Musikal Dangdut (FISIP).

Selain penampilan dari mahasiswa, dosen dan karyawan pun tidak mau kalah. Elang Band, grup beranggotakan dosen dan karyawan ini menunjukkan kemampuan bermain musik dan tarik suara. Elang Band Senior beranggotakan Drs. Hari Wahyono, M.Pd. (Bass), Drs. Whinarko Juliprijanto , M.Si. (Drum), Antoni Ilham, S.Kom (Rhytem) dan Ginanjar (Keyboard). Vokalis Elang Band senior terdiri dari Drs. Muhammad Asa’at Purba, M.Si. (FE), R. Suryoto Edy Raharjo, S.T., M.Eng. (Staff Ahli Rektor), Drs. Boediono, M.Pd. (FKIP), Riko Kusumo Brahmono, S.Sos. (BUK) dan Rektor UNTIDAR. Selain Elang Band Senior masih ada penampilan grup band lainnya yaitu The Dosen dan Elang Band Junior.

“Satu per satu penonton berkurang mungkin karena sudah terlalu malam, mungkin tahun depan bisa dilaksanakan siang atau sore hari saja,” tutur Dimas Armayudha, salah satu penonton.

Menurut keterangan dari panitia, penyelenggaraan pentas seni pada waktu malam hari dikarenakan menghindari “jam kosong” pada kegiatan perkuliahan. Selain penampilan seni, terdapat sesi khusus penyerahan hadiah Lomba Olahraga dan Olahraga yang telah dilaksanakan selama 2 bulan kebelakang. “Semua pemenang Lomba Melukis Tong Sampah yang diikuti siswa SMA/SMK Se-Karesidenan Kedu kami undang untuk penyerahan kembali Piala serta Piagam oleh Rektor secara langsung,” tutur Rangga Asmara, koordinator Lomba Melukis Tong Sampah.

Acara pentas seni ditutup dengan penampilan ketoprak dari Bengkel Seni dengan lakon Punakawan. Walaupun sudah larut malam, penampilan Nuruh Huda, Pambudi, Kukuh, dan Lancar sebagai Punakawan mampu membuat penonton terpingkal-pingkal.