MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNTIDAR MENJADI PESERTA BOARD GAME FOR PEACE 2018

Setiap manusia menginginkan bisa hidup dalam suasana yang damai, tenang dan jauh dari konflik. Akan tetapi selalu saja ada pihak-pihak yang senang menebar kebencian, menghasut, mengadu domba, memecah belah persatuan dan sengaja menimbulkan konflik. Atas dasar inilah Organisasi bernama Peace Generation lahir. Organisasi ini hadir untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian dengan media kreatif agar konflik bisa ditekan bahkan dihilangkan. Peace Generation merupakan sebuah organisasi kemanusiaan yang mempromosikan perdamaian dan menjembatani perbedaan antar komunitas melalui penciptaan hubungan yang damai diantara generasi muda.IMG_5783(1)

Setelah lebih dari 1 dekade lahir, Peace Generation bersama dengan UNDP, PPIM, UIN Jakarta, Convey, Masterpeace, Peace Media Lab dan Kummara Studio menyelenggarakan program bertajuk Board Game for Peace. Premis dari program ini adalah mendidik muda-mudi untuk menjadi calon agen perdamaian. Board Game for Peace diadakan di lima kota yaitu Bandung, Solo, Surabaya, Padang dan Makasar. Di tiap kota telah diseleIMG_6289(1)ksi 60 peserta yang setengahnya merupakan pelajar SMA/sederajat dan sisanya mahasiswa. Salah seorang mahasiswa Fakultas Teknik Untidar, jurusan Teknik Elektro bernama Ade Krisna, turut menjadi peserta dari Board Game for Peace yang diadakan di Makasar,  Jumat hingga Sabtu, 26-27 Januari 2018. “Melalui kegiatan Board Game ini Peace Generation menyebarkan pesan perdamaian kepada 70 pelajar dan mahasiswa dari Sulawesi maupun luar Sulawesi yang telah diseleksi sebelumnya secara ketat sebelum terpilih sebagai peserta”. Jelas Ade. “ Hari pertama kegiatan, tepatnya di hari Jumat, acara berjalan seru dengan diisi oleh materi perihal perbedaan, radikalisme, terorisme, dan intoleransi, serta bagaimana mengatasi isu dan masalah-masalah tersebut. Materi Talkshow dibawakan langsung oleh Nasir Abbas yang merupakan mantan Pimpinan Kelompok Radikal negara bagian Wilayah Timur (Malaysia, Filipina, Indonesia, Singapura) dan didampangi oleh Irfan Amalee selaku salah seorang Penggagas Gerakan Peace Generation”, tambahnya.

Nasir Abbas dalam paparan materinya membahas tuntas tentang gerakan-geIMG_5793(1)rakan radikalisme, terorisme, dan intoleransi serta menjelaskan bagaimana cara menghindarinya. Setelah menerima materi, para peserta Board Game dilatih daya analisanya lewat sesi kegiatan nonton bareng film “Jihad Selfie”, sebuah film yang bercerita tentang pengalaman seorang pemuda, Akbar yang hampir menjadi seorang teroris namun berhasil pulang ke Indonesia berkat kepedulian keluarganya. Setelah sesi nonton bareng, selanjutnya para peserta diberi simulasi tentang cara memecahkan masalah melalui kasus yang diberikan oleh panitia penyelenggara, dan membuat pemecahan masalahnya dalam bentuk grafik maupun gambar yang keren. Simulasi pemecahan kasus ini bertujuan agar para peserta dapat lebih paham dan peka terhadap hal-hal sekitar yang dapat menyebabkan konflik.

“Board Game Makassar sangat berbobot, karena para peserta dilatih saling menghargai dan toleransi. Saya harap kegiatan ini bisa dilaksanakan tidak hanya di 5 kota di Indonesia namun di seluruh kota, sehingga semakin banyak melahirkan agen-agen perdamaian di Indonesia”, ujar Ade Krisna yang mengaku sangat terkesan dengan kegiatan ini.(up by.FBR)IMG_6724(2)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *