MAHASISWA UNTIDAR CIPTAKAN LAYANAN KESEHATAN LANSIA

MAGELANG – Tiga mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) menciptakan inovasi layanan monitor kesehatan Lansia terintegrasi smartphone android dengan nama ELMOS ( Elderly Health Monitor System). Inovasi inipun lolos dan dibiayai Program Kreatifitas Mahasiswa Karsa Cipta  (PKM-KC).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Choirul Anam (S-1 Teknik Mesin), Gany Haryaguna (S-1 Teknik Mesin), dan Muhammad Ilham Rosyadi (S-1 TeknikMesin). Pelaksanaan program ELMOS ( Elderly Health Monitor System) di wilayah Magelang dan sudah dilaksanakan.

Choirul Anam mengatakan, pogram ini dilatar belakangi meningkatnya populasi menua (aeging population) di Indonesia yang tidak diimbangi dengan peningkatan inovasi layanan kesehatan terhadap lansia. Maka tercipta inovasi layanan monitor kesehatan lansia dengan mengintegrasikan ke smartphone android.

“ELMOS menjadi terobosan untuk memberikan layanan kesehatan lansia yang dimudahkan dengan mengintegrasikannya dengan smartphone android. Kami sudah menguji coba ELMOS di Laboratorium Elektronik Untidar,” ujarnya di kampus, kemarin.

Inovatif

          Dijelaskan, ELMOS diwujudkan dalam bentuk gawai yang berisi mikrokontroler arduino. Sensor detak jantung, sensor suhu DS18b20, dan sensor accelero meter MPU 6050, dan modul Bluetooth yang dikemas menjadi alat yang inovatif dan mudah digunakan oleh lansia.

            Dalam alat ini, Lansia akan di deteksi jumlah detak jantung per menit (Beat per Minute / BPM), Jumlah suhu tubuh dengan satuan derajat selsius (*C), dan deteksi Lansia apa bila Lansia mengalami jatuh maka ELMOS akan mengirim pemberi tahuan ke smartphone apa bila pengguna jatuh.

            “Selama praktik uji coba beberapa kali dan disbandingkan dengan keadaaan aktual, hasil uji coba mengindikasikan hasil pembacaan alat mengalami perbedaan yang sedikit, itu berarti alat ini memiliki margin error yang kecil,”  katanya.

            Anam berharap, ELMOS dapat menjadi solusi peningkatan layanan kesehatan lansia untuk menghadapi peningkatan populasi menua (aeging population) di Indonesia. Alat ini bermanfaat sebagai layanan monitor kesehatan lansia yang inovatif, efektif, dan mudah digunakan serta berkelanjutan.

            “Kedepan akan terus kami kembangkan alat ini. Bukan tidak mungkin beberapa tahun lagi masyarakat lansia akan membutuhkan layanan kesehatan lansia yang inovatif dan mudah digunakan. Harapannya ELMOS bias menjadi jawaban akan inovasi layanan monitor kesehatan lansia untuk menghadapi peningkatan populasi menua (aeging population) di Indonesia,” jelasnya.(Upl : FBR)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *