DOSEN TEKNIK MESIN UNTIDAR BERSAMA REMAJA MUSHOLLA ASY SYAFI’I “NGAJI” MEKATRONIKA

MAGELANG _ Dosen Program Studi Teknik Mesin (S1), Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Musholla Asy Syafi’i Dukuh Sanden RT:1/RW:8 Kramat Selatan, Magelang Utara. Kegiatan yang diketuai oleh Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng. dengan anggota Ir. Kun Suharno, M.T. ini berupa, “Pelatihan Pemrograman Penanda Waktu Sholat Digital Berbasis Mikrokontroler”. Sasaran dari program ini adalah para remaja yang tergabung dalam Ikatan Remaja Mushola Asy-Syafi’i (IRMA). Mereka dilatih untuk belajar atau “Ngaji” pemrograman mikrokontroller yang merupakan salah satu bagian kecil dari bidang Teknologi Mekatronika.

Kegiatan ini merupakan program tahunan yang diadakan oleh Universitas Tidar guna menjaring kemitraan dengan masyarakat sekitar. Penyerahan secara simbolis hasil pelatihan berupa jam digital penanda waktu sholat ini dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2020, di Mushola Asy-Syafi’i dan disaksikan tokoh masyarakat, Ketua RT, Ketua RW, Imam Musholla Asy-Syafi’i, dan tentunya para remaja yang mengikuti pelatihan.

Para remaja yang mengikuti pelatihan pemrograman ini sebelumnya melakukan kegiatan awal berupa pengenalan bagian dari komponen-komponen chip mikrokontroler. Selanjutnya, para remaja diajarkan merangkai chip mikrokontroler yang telah disediakan dengan komponen lain. Setelah terpasang, mereka diajarkan cara memprogram mikrokontroler tersebut dengan menggunakan laptop. Mereka juga mendapatkan ilmu bagaimana memprogram lampu LED dari yang paling sederhana, Running LED, memrogram 7 Segment, dan masih banyak lagi yang dipelajari, sehingga mereka bisa mengerti dasar pemrograman jam penanda waktu sholat digital berbasis mikrokontroler.

“Memang yang dipelajari adalah dasar-dasar pemrograman mikrokontroler mulai dari nol, mengingat latar belakang dan variasi umur yang berbeda-beda. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami,” tutur Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng. yang akrab disapa Uncle Taufik oleh remaja setempat. Taufik juga menambahkan bahwa program pelatihan ini bisa menjadi salah satu ajang untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 karena teknologi mekatronika adalah salah satu teknologi kunci di dalamnya. “Nantinya, unsur teknologi Mekatronika akan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari untuk otomatisasi seperti pada peralatan-peralatan rumah tangga, jam digital, robot, mesin-mesin otomatis, alat pendeteksi api, teknologi 3D Printing, sistem kontrol kendaraan, dan masih banyak lagi,” ujar Taufik.

Dengan adanya kegiatan ini, para remaja merasa senang karena mendapat ilmu pengetahuan dan wawasan baru tentang teknologi revolusi industri 4.0. “Kegiatan ini sangat mengasyikkan dan menambah keterampilan baru. Semoga dengan adanya kegiatan ini kita sebagai para remaja lebih giat lagi untuk belajar, belajar, dan belajar terutama tentang teknologi modern,” ujar Rivan, salah satu remaja yang menjadi peserta.

Selama kegiatan pelatihan dan acara penyerahan secara simbolis hasil pelatihan dari kegiatan tersebut, penerapan protokol kesehatan tetap diperhatikan. Mengingat saat ini sedang berada di masa transisi pendemi ke masa new normal. Tim pengabdian membatasi peserta dan masyarakat yang diundang, physycal distancing diterapkan, sabun cuci tangan dan handsanitazer disediakan, serta semua peserta dan undangan diberi masker untuk dipakai.

Taufik juga berharap, dengan adanya pelatihan ini para remaja di sekitar Musholla Asy Syafi’i bisa lebih “meramaikan” Musholla tersebut. Jadi, Musholla tidak hanya sekedar untuk tempat beribadah berupa sholat berjama’ah dan mengaji Al Qur’an saja. Namun, bisa juga digunakan untuk “ngaji” atau belajar tentang ilmu agama serta pengetahuan lainnya seperti pada pelatihan yang telah dilaksanakan. “Saya juga berharap, Adik-adik di sini menjadi tambah rajin untuk ke Musholla. Selain itu, pelatihan ini juga bisa menjadi bekal Adik-adik jika hendak mengembangkan untuk berwirausaha di bidang teknologi. Misalnya jasa pembuatan jam musholla digital, running text, maupun lainnya,’’ tutur pria berdarah asli Kebumen tersebut.

Ir. Kun Suharno, M.T. menambahkan bahwa kegiatan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) seperti ini berpotensi untuk dilanjutkan dengan program-program inovatif lainnya. “Universitas Tidar saat ini lebih memprioritaskan daerah di sekitar kampus untuk dijadikan lokasi pengabdian, seperti di Dukuh Sanden ini,” ujar Ir. Kun Suharno, M.T. Hal tersebut disambut baik oleh Ketua RW setempat.  Dalam sambutannya, selain berterima kasih, beliau juga berharap kemitraan yang sudah terjalin saat ini bisa terus berlanjut. “Nanti juga akan kami sampaikan saat rapat rutin di tingkat kelurahan, bahwa di RW: 8 Dukuh Sanden ini telah dilaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan kedepannya kami akan meminta dukungan dari pihak kelurahan untuk mengembangkan kemitraan dengan Universitas Tidar,” ujar beliau.

*)Penulis: Wahyu Ningsih (Alumni Universitas Tidar / Remaja Musholla Asy Syafi’i)

*)Editor: Fibra Budyasoko.